Sensasi Keliling Kota Semarang dalam satu hari

12:31:00 AM

Masalalu negara kita yang penuh dengan jajahan bangsa asing menjadikan Indonesia yang berisi tempat tempat penting peninggalan sejarah masalalu itu. Indonesia sendiri punya segudang tempat-tempat bersejarah seperti ditulisan saya sebelumnya mengenai serunya wisata heritage di Surabaya, pada kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang wisata heritage di Semarang. Bicara soal kota Semarang rasanya untuk bisa mengelilingi kota ini hanya membutuhkan waktu seharian, karena kotanya tergolong kecil dan tempat-tempat bersejarahnya pun berdekatan. 

Setelah pendakian Gunung Merbabu saya memang berencana untuk mampir dulu dikota Semarang. Penasaran sama Lawang Sewu dan wisata heritage di Semarang lainnya. Bermalam di tengah kota Semarang untuk memudahkan saya berkeliling kota esok paginya. Rencana awal saya ingin menyewa motor selain menghemat waktu kita juga bisa menyinggahi banyak tempat, tapi sayang penyewaan motor saat itu sedang full. Alhasil kita ber becak an keliling Semarang dengan harga yang disepakati dan lumayan murah untuk 5 tempat wisata heritage di Semarang, setelah tawar menawar dengan bapak-bapak becak yang ngetem di depan hotel akhirnya kita dapat harga seratus ribu untuk wisata heritage sampai terakhir di antar ke Stasiun loh, jangan khawatir orang-orang di Semarang ramah ramah dan baik. Bapak supir becaknya pun bersedia dengan sabar menunggu kita.

Nah Tempat-tempat bersejarah yang wajib kalian datangi selama di Semarang seperti, 

Lawang Sewu 
Lawang Sewu
Seperti lorong yang panjang dan tanpa ujung
Lawang Sewu ini merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Bangunan lawang sewu ini juga yang bikin dan menarik saya untuk singgah sehari di kota ini. Lawang sewu dulunya ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. 

Kenapa sih disebut Lawang Sewu? 
Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan lawang sewu memiliki pintu yang sangat banyak. Padahal kenyataannya pintu yang ada tidak sampai seribu loh. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.
Pintunya Banyak Sekali
Berapakan sebenarnya jumlah pintu dari Lawang Sewu?
Kalian tau pulau seribu? Lawang Sewu ini Seperti Kepulauan Seribu yang jumlah pulau yang sebenarnya tak sampai 1.000, karena tercatat hanya 342 pulau saja. Sebutan “Sewu” [Jawa: Seribu], merupakan penggambaran sedemikian banyaknya jumlah pintunya. Menurut guide lawang sewu, jumlah lubang pintunya terhitung sebanyak 429 buah, dengan daun pintu lebih dari 1.200 (sebagian pintu dengan 2 daun pintu, dan sebagian dengan menggunakan 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun [dengan engsel], ditambah 2 daun pintu lagi jenis sliding door/pintu geser).

Klenteng Sam Po Khong
Klenteng identik dengan warna merah
Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan, bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri keislamanan dengan ditemukannya tulisan berbunyi "marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an".
Semua interiornya berwarna merah
Biasanya Liat gambar ini di instagram-instagram
Menurut cerita, Laksamana Zheng Ho sedang berlayar melewati laut jawa, namun saat melintasi laut jawa, banyak awak kapalnya yang jatuh sakit, kemudian ia memerintahkan untuk membuang sauh. Kemudian merapat ke pantai utara semarang untuk berlindung di sebuah Goa dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi kelenteng. Bangunan itu sekarang telah berada di tengah kota Semarang di akibatkan pantai utara jawa selalu mengalami proses pendangkalan yang di akibatkan adanya proses sedimentasi sehingga lambat-laun daratan akan semakin bertambah luas kearah utara.

Kawasan Kota Lama Semarang
Di ujung jalan pasar barang barang antik
Kawasan Kota Lama Semarang adalah sebuah kawasan yang dipenuhi oleh beberapa bangunan yang dulu pernah ramai dan menjadi pusat ekonomi di Semarang. Bangunan-bangunan itu kini menjadi objek wisata yang cukup digemari oleh masyarakat Semarang dan sekitarnya, termasuk saya yang jauh jauh dari jakarta. 
Barang barang yang di jual di pasar heritage
Pada jaman penjajahan Belanda, Kota Lama merupakan pusat kegiatan ekomoni masyarakat Jawa Tengah. Makanya gak heran kalau bangunan-bangunan tua yang kini masih berdiri memiliki gaya arsitektur ala Eropa tempo dulu. Beberapa tempat di Kota Lama juga menjadi spot kesukaan para penggemar fotografi di Semarang karna lokasinya memang sangat fotogenik. Kalau dijakarta itu seperti kawasan kota tua, pasti tau kan ya kalau orang jakarta. Nah mirip banget sama kawasan kota tua yang di penuhi gedung gedung tua dan kaya akan sejarah.

Gereja Blenduk
Gereja legendaris
Masih dalam kawasan kota lama semarang. Ada satu gereja yang melegenda namanya Gereja Blenduk. Sebenarnya nama asli gereja ini adalah Gereja GPIB Immanuel. Nama Blenduk sendiri merupakan nama pemberian dari masyarakat yang memiliki arti kubah. Bangunan ini merupakan salah satu landmark paling ikonik di Kawasan Kota Lama
Dengan ciri khas bangunannya yang bercat putih serta warna kubah yang merah kecoklatan, Gereja Blenduk menjadi salah satu tempat yang menarik di Kawasan Kota Lama Semarang. Apalagi, status dari bangunan ini yang merupakan gereja kristen tertua di Jawa Tengah. Konon, kubah gereja ini dilapisi oleh perunggu loh. 
Sebenarnya masih banyak tempat-tempat bersejarah lainnya, namun sayang kami harus cepat cepat kembali ke stasiun supaya tidak tertinggal kereta untuk kembali ke jakarta dengan segala problema. Problema kemacetan dan desak desakan di comuterline. Hahha 

You Might Also Like

8 komentar

  1. sayang banget kalo gak main kebandungan, udaranya sejuk, sate kelincinya endes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah gak mampir ke bandungan kemarin itu buru buru ngejar kereta juga soalnya.. pengen mampir masjid agung juga gak sempet padahal pengen bgd huhuu

      Delete
  2. Keren-keren arsitektur bangunan heritagenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah di semarang bangunan lama nya bagus bagus ..

      Delete
  3. sangat menarik kota lama semarang ini. Kota pusaka yang banyak cerita. tapi sayang, pas aku ke sana g bawa guide. dan sampai sekarang blm kutuliskan d blog. wkwkw
    ini bisa jadi referensi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga gak bawa guide mas hanif,,wah seneng deh bisa jd referensi nya mas hanif

      Delete
  4. Aku pernah solo traveling ke gereja Bleduknya sama kota lama Semarang pakai becak muter-muter sampai 2 kali .. colongan extand habis liputan di Demak THN 2011. Kok ya agak beda udh ada pasar barang antik.. Sam koo Pong dan Lawang Sewu ga berani ksana angker katanya bener ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehhe iyah ini aku suka bgd sama pasar barang2 antiknya.. iyah ceritanya gitu lawang sewu. Untung pas kesana pas rame.hehhe

      Delete

DIDUKUNG OLEH

Google+ Followers