Cerita yang tersimpan di Gua Sunyaragi, Cirebon

10:13:00 AM

ngegembel di cirebon
Indonesia memang kaya sekali dengan keindahan dan keunikan-keunikan wisatanya. Tak heran banyak sekali wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi tempat wisata yang ada di Indonesia. 

Destinasi kedua saya setelah Keraton Kasepuhan Cirebon yaitu Gua Sunyaragi. Kita bertiga hanya berbekal maps dan nekat. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menemukan Gua Sunyaragi ini, karena tidak terlalu jauh letaknya dari Kraton Kasepuhan Cirebon. Tidak sampai 20 menit kamu sampai di Gua Sunyaragi mengendarai motor sewaan yang akan menemani kita selama di cirebon. 

Kota Cirebon memang terdapat banyak sekali peninggalan sejarah, salah satunya ya Gua Sunyaragi ini. Siang hari memang sanagat gersang terlebih suhu di kota Cirebon ini ternyata lebih panas dari Jakarta. Sampai di pintu masuk kami langsung membayar tiket masuk 10.000 rupiah/orang dan langsung berjalan mengelilingi gua. 
 
Sejarah Gua Sunyaragi
Nama "Sunyaragi" sendiri berasal dari kata "sunya" yang artinya sepi, dan kata "ragi" yang artinya raga, keduanya adalah bahasa sangsekerta. Gua Sunyaragi berlokasi di Kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, atau tepatnya di sisi jalan by pass Brigjen Dharsono.

Gua Sunyaragi ini di bangun di atas lahan dengan luas sekitar 15 hektar. Konstruksi dan komposisi bangunan ini merupakan taman air. Oleh karena itu Gua Sunyaragi disebut juga Taman Air Sunyaragi. Pada zaman dahulu kompleks Gua ini di kelilingi oleh sebuah danau, yaitu danau Jati. Lokasi dimana dahulu terdapat danau Jati saat ini sudah mengering dan dilalui oleh jalan by pass Brigjen Dharsono, sungai Situngkul, lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Sunyaragi milik PLN, persawahan dan sebagiannya lagi menjadi pemukiman penduduk. Selain itu, di  kompleks Gua tersebut terdapat banyak air terjun buatan sebagai penghias, dan hiasan taman seperti patung Gajah, patung Wanita Perawan Sunti, serta patung Garuda dan Ular. Gua Sunyaragi merupakan salah satu bagian dari Keraton Pakungwati, yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan.

Gua Sunyaragi di bangun di atas lahan dengan luas sekitar 15 hektar. Konstruksi dan komposisi bangunan ini merupakan taman air. Oleh karena itu Gua Sunyaragi disebut juga Taman Air Sunyaragi. Pada zaman dahulu kompleks Gua tersebut di kelilingi oleh sebuah danau, yaitu danau Jati. Lokasi dimana dahulu terdapat danau Jati saat ini sudah mengering dan dilalui oleh jalan by pass Brigjen Dharsono, sungai Situngkul, lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Sunyaragi milik PLN, persawahan dan sebagiannya lagi menjadi pemukiman penduduk. Selain itu, di  kompleks Gua tersebut terdapat banyak air terjun buatan sebagai penghias, dan hiasan taman seperti patung Gajah, patung Wanita Perawan Sunti, serta patung Garuda dan Ular. Gua Sunyaragi merupakan salah satu bagian dari Keraton Pakungwati, yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan.

Kompleks Gua Sunyaragi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu pesanggrahan dan bangunan gua. Bagian pesanggrahan dilengkapi dengan serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah dan dikelilingi oleh taman lengkap dengan kolam. Bangunan gua-gua berbentuk gunung-gunungan, dilengkapi terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air. Bagian luar komplek bermotif batu karang dan awan. Pintu gerbang luar berbentuk candi bentar dan pintu dalamnya berbentuk paduraksa.

Tujuan utama dibangunnya Gua Sunyaragi adalah sebagai tempat untuk beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya. 

Mitos yang menyelimuti Gua Sunyaragi
Keunikan Gua Sunyaragi ini tidak hanya dari cerita ataupun mintos yang menyelimutinya. Selain sejarah Ada hal yang lebih unik mengenai Gua Sunyaragi, yaitu tentang mitos yang menyelubunginya. Dalam satu kompleks tempat terdapat dua mitos yang saling berseberangan. Mitos pertama berada di Gua Peteng, salah satu bagian Gua Sunyaragi. Di bagian depan pintu masuknya terdapat patung batu yang disebut Perawan Sunti. Konon siapa saja yang memegang batu ini maka akan mengalami sulit jodoh. Oleh sebab itu setiap pengunjung disarankan menggunakan pemandu agar tidak salah pegang batu.

Cuaca saat itu sangat terik dan panas sehingga membuat saya jadi pemalas dan hanya bersantai di pendopo tapi tidak lupa berfoto foto. Gua Sunyaragi ini recomended banget untuk kalian yang ingin berwisata ke Cirebon, jangan sampai lupa mampir ke Gua Sunyaragi yah. 

You Might Also Like

3 komentar

  1. dalem juga ya artinya, kayaknya dulu jadi tempat favorit buat nyepi sambil bertapa,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah sepertinya dulu jadi tempat betapa buat yang ingin mencari jodoh *ehh hehhe

      Delete
  2. wah. apik ya guanya. sejarah dan ceritanya menarik buat diulas .. semoga bs ke cirebon

    ReplyDelete

DIDUKUNG OLEH

Google+ Followers