Bahagia itu tidak sibuk ikut campur urusan orang

10:58:00 AM

Sumber gambar dari google
Bahagia - Satu kata sederhana namun memiliki banyak arti dan makna. Bahagia pada dasarnya tergantung bagaimana diri kita ini memaknai dan menyikapi. Menikmati hidup dan tidak sibuk dengan urusan orang lain, itu menurut saya. Ketika orang lain mendapatkan kebahagiaan melalui kelebihan rejeki, ikutlah berbahagia. Bagaimana kalau sampai iri? Boleh saja. asal rasa iri tersebut masih bermaksa positif; membuat kita bekerja lebih keras tanpa menyimpan rasa dengki, lagi-lagi itu menurut pemikiran saya.

Jika kita baru dapat merasakan enak makan dengan makanan yang lengkap, ada sayur mayur, lauk pauk dan buah-buahan yang menggugah selera. Seorang gelandangan tetap dapat menikmati makan siangnya dengan rasa nikmat yang luar biasa. Bahkan boleh jadi rasa nikmat yang di terima olehnya melebihi rasa nikmat yang kita terima.
Kebahagiaan seseorang tergantung pribadi masing masing dalam menyikapi kehidupan, maka janganlah bersedih atas apa yang sudah orang lain lakukan kepada kita atas segala hal yang menyakitkan. Dalam satu kesempatan saya pernah membaca artikel dari google yang menuliskan seperti ini 

Sesungguhnya kita akan mendapatkan pahala dikarenakan kesabaran kita menghadapi cercaan dan hinaan itu. Dan cercaan mereka itu pada dasarnya pertanda bahwa kita memiliki harga dan derajat. Sebab, manusia tidak akan pernah menendang bangkai anjing dan orang-orang yang tak berharga pastilah tak akan pernah terkena sasaran pendengki. Artinya manakala cercaan dan hinaan yang kita terima semakin pedas, maka semakin tinggi pula harga kita.

“mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja.” (QS. Ali Imran : 111)

“Dan, janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.” (QS. An-Nahl:127)

“Dan, janganlah kamu hiraukan gangguan-gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukup Allah sebagai pelindung.” (QS. Al-Ahzab: 48)

“Maka, Allah membersihkannya dari tuduh-tuduhan yang mereka katakan.” (QS.Al-Ahzab: 69)

Karena pedengki tidak akan pernah mengakui kebenaran yang kita lakukan. Apapun kebaikan yang kita perbuat di mata pendengki itu adalah suatu yang sangat menyakitkan baginya dan dia akan berusaha bagaimanpun juga untuk mencari celah bagaimana cara menghina, mencerca dan menjatuhkan harga diri/kehormatan kita di depan orang banyak/umum. Sebelum dia berhasil menghasut orang-orang maka belum ada kepuasan dalam diri pendengki bahkan boleh dikatakan walaupun dia sudah berhasil menghasut orang-orang tetap aja tidak akan pernah ada kepuasan dalam diri sipedengki. Karena di hatinya penuh dengan bara dendam yang akan memakan jiwa dan raganya sendiri tanpa dia sadari.

Beberapa waktu terakhir banyak hal menyenangkan dan menyedihkan sekligus datang menghampiri, saya hanya menjadikannya sebagai pelajaran agar lebih bisa menempatkan diri dalam bersikap. Memberi perhatian pada masalah orang lain sah-sah saja, tapi jangan terlalu terlibat terlalu dalam, kecuali ia yang meminta. Saya juga masih belajar tentang hal ini. Saya hanya mencoba menjaga hati dan meminimalisir musuh saja. Malas rasanya meributkan masalah orang lain. Masih banyak hal positif yang bisa dilakukan , baik untuk diri sendiri maupun orang lain

Pada akhirnya, semua hal yang kita syukuri akan membuat kita bahagia dan terasa menyenangkan. Sekurang-kurang apa pun atau selebih apa pun, kalau bersyukur, pasti bahagia.

You Might Also Like

0 komentar

DIDUKUNG OLEH

Google+ Followers