Ekspedisi team merah ke Ciletuh Geopark

9:32:00 AM

Ekspedisi yang semula hanya selalu wancana akhirnya jadi berangkat juga. Tujuan team merah kali ini adalah wilayah sukabumi, dan tidak saya sangka bisa sampai sejauh ini. Yang biasa anak-anak manja dan maunya hidup enak terus harus menempuh perjalanan darat dengan mobil elf sampai 8 jam. Di luar dugaan ternyata mereka kuat-kuat. Kawasan Ciletuh geopark-Sukabumi menjadi tujuan kita.
Team merah beraksi
Ciletuh geopark sendiri berada di wilayah kecamatan Ciemas, kecamatan Ciemas terdiri dari beberapa desa, dan hampir di setiap desanya memiliki daerah wisata seperti Curug Awang, Curug Tengah, Panenjoan di desa Tamanjaya, Pantai Palangpang, Curug Sodong di desa Ciwaru dan Curug Cimarinjung di desa Ciemas. Pulau kunti, Batu Batik, Pantai ombak 7 di desa Mandrajaya, Puncak Darma di desa Girimukti dan banyak lokasi wisata lainnya yang masih belum terekspose tapi aksesnya kurang memadai. Biasanya team merah kalau berwisata Identik dengan wilayah dingin dan pantai. Sekarang berubah menjadi ke arah adventure-adventure gitu. Selepas pulang kerja jam 5 kami semua mulai sibuk merapikan kerjaan sesegera mungkin dan langsung siap-siap. Padahal akhir bulan tuh namannya BCA antriannya bukan main. Kita mah orang-orang strong, yang tiap hari ketemunya sama manusia-manusia berbeda sifat semua. Apalagi kalau akhir bulan nasabahnya bejibun (curhat dikit). Selesai sholat magrib kami berangkat dari kantor dengan semangat kan mau liburan ceritanya. Belum terbayang di wajah masing-masih jauhnya perjalanan. Jujur sebenernya saya pun belum pernah ke Ciletuh geopark ini, jadi modal nekat ajah. Saya yang suka kepo sama tempat baru iseng-iseng cari di google dan dapet nomer hape kang raufiq yang domisili di Ciemas kebetulan salah satu anggota PAPSI, alhamdulillah akhirnya bertemu dengan teman baru yang luar biasa sabar. Sabar nungguin kita semua sampai tengah malem buat kasih tau penginapan. Sabar besok pagi-pagi harus nganter kita eksplore Ciletuh (beruntung banget deh ketemu kang taufiq).
Penginapan di depan bukit panenjoan 
Penginapan yang baru banget jadi dan masih sangat terawat, bersih dan murah 
Selamat pagi dari bukit panenjoan
Belajar foto memfoto
Bukit panenjoan lagi berkabut asap
Jam tepat jam 2 malam kita baru sampai di penginapan. Orang-orang yang ikutan ekspedisi ini emang orang-orang super. Buktinya capek dijalan sampai penginapan bukan langsung tidur malah main ke kebun liat bintang dan view bukit panejoan malem hari (view nya mirip dengan bukit bintang). Abis dari kebun bukan tidur malah lanjut begadang main uno sampai pagi. Yang lain sih udah asik tidur sepanjang perjalanan nah saya malah lanjut gak tidur sampai siang. Matahari sampai muncul kami masih asik main uno. Akhirnya saya yang nyerah karena ingin hunting foto di bukit panenjoan. Yang lain ada yang sibuk beberes ada juga yang malah tidur. Hunting selesai dan ternyata kang taufiq sudah jemput kita untuk exsplore ciletuh *yeeeeee
Tujuan pertama kita pagi itu Curug Awang yang berjarak tidak terlalu jauh dari penginapan kami. Hanya 15 menit dari penginapan berbelok ke sebelah kiri mengikuti petunjuk jalan. Jalan berbatu mengawali perjalanan kami dan harus exstra hati-hati. Untungnya supir elf kita tangguh jadi tidak masalah bagi dia lewat jalan berbatu sekalipun, jalan yang seharusnya di lewati landrover. 
Pemandangan menuju Curug awang
Curug awang dengan batuan alaminya 
Masih sepi tidak ada pengunjung lain yang terlihat. loket tiket pun belum dibuat. Karena memang belum ada iuran, hanya dimintakan parkir untuk mobil elf 10.000,-
Dari parkiran kita hanya butuh berjalan 10 menit dengan jalan setapak yang sudah di semen halus. Perjalanan menuju curug awang terbilang cukup mudah dan tidak terlalu jauh, tidak perlu bersusah payah karena jalanannya melewati pematang sawah dengan kondisi yang datar dan sudah rapih. Jadi siapapun bisa sampai disini. Mau tua, muda, pria atau wanita, yang suka olahraga atau engga, semua bisa menikmati keindahan curug ini. Perjalanan pun tidak terlalu lama. Tapi untuk turun ke bawah air terjunnya kita harus turun dengan kondisi turunan yang sangat curam dan kasar (berbatu) tapi jangan khawatir di turunan sudah di buat tali dengan besi yang kokoh untuk berpegangan.
Musim kemarau curug-curug disini kekeringan dan debit airnya pun tidak besar. Di sekitar Curug banyak perkampungan yang kekeringan. Untunggnya penginapan yang kami sewa baru selesai di bangun sehingga airnya masih bisa keluar. Sudah terlihat dari kejauhan Curug Awang yang menantang. Menurut beberapa informasi yang saya baca di internet, wisata ke curug memang bagusnya saat musim hujan. Jadi airnya akan turun dari semua sisi tebing dengan tinggi 40 Meter dan lebar 60 Meter. Nah menurut saya pribadi curug ini bagusnya di datangi saat musim kemarau seperti sekarang. Karena keindahaan batu alam yang berwarna coklat kemerahan membuat karakteristik curug yang begitu kuat dan tidak bisa di lihat di curug lainnya. Lumayan lama kami di curug awang untuk mengambil foto terbaik *gak mau rugi* kan udah jauh-jauh kesini jadi jangan sampai nyesel kecuali emng niat mau balik lagi ya. Hehhe

Curug awang adalah curug yang paling mudah di kunjungi, batu-batu di sungainya pun berjarak dekat satu sama lainnya sehingga memudahkan kita untuk berpindah dari spot satu ke spot lainnya untuk mencari foto terbaik. Beberapa liputan di internet bilang kalo Awang ini lebih indah diliat dari atas, karena bentuknya yang melebar itu. Buat saya, dari atas maupun dari bawah sama sama indah. 
Minta di foto terus kerjaanya saya mah
Bukan foto model loh ..hehe
Kalo ini bukan orang baduy. Serius deh
Selesai foto bersama di Curug Awang kami langsung lanjut menuju destinasi selanjutnya yaitu pantai palangpang yang katanya kang taufiq tidak terlalu jauh cukup 1 1/2 jam dari curug awang. Tapi kenyataannya lebih lama karena memang jalannya yang rusak parah dan berbatu. Siang bolong sampailah kami semua di pantai palangpang. Semuanya takut panas *payah* jadi hanya ngadem di pinggir pantai di bawah pohon ajah. Sisanya berfoto dan makan bakso di pantai palangpang. Niatnya mau ke curug cimarinjung, tapi semua udh terlanjur males dan mager jadi kita langsung mitusin buat balik kepenginapan. Sangat disayangkan memang. Saya sendiri merasa kurang puas menjelajah Ciletuh, tapi memang sudah ada niat mau balik lagi ke sana sih doakan saja ada yang mau mengratiskan *colek temanjalan*
Sepanjang perjalanan menuju pantai Palangpang hanya terlihat perkebunan dan sawah yang sudah kering kerontang, cuaca di luar pun sangat panas.
Sebagian wilayah kering kerontang
Daunnya kering semua
Selamat datang di geopark ciletuh
Panasss
Pantai palangpang ini terletak di desa Ciwaru, suasana pantai palangpang ini masih sangat alami dan memiliki keindahan tersendiri, air laut yang cukup jernih dan angin yang berhembus tidak terlalu kencang, gelombang laut yang bersahabat. Tapi disayangkan masih belum memadainya fasilitas pendukung di sini. Hanya ada sedikit warung yang berjualan. Tidak lama kami ada di pantai Palangpang karena memang panas sekali. Langsung kembali kepenginapan beres-beres karena kita harus langsung kembali kejarta. Mengingat perjalannya sangat jauh, butuh banyak perjuangan. 

Diperjalanan pulang semua sudah lelah dan tidur. Dua diantara kami mabuk karena jalan yang kita lewatin emang terlalu berkelok-kelok dan naik turun. Ditambah semalaman kami tidak tidur, paginya langsung mandi jadi sedikit masuk anngin.
Ekspedisi berakhir dengan badan yang pegal-pegal gara-gara duduk di elf dengan kaki ketekuk. Hehhe semoga kalian gak kapok yaaa .. 

You Might Also Like

6 komentar

  1. halo kak, boleh minta kontak pengianapannya gak? soalnya bulan mei ada rencana kesana nih ka. ditunggu balesannya yah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak aku ada nomer telpon orng sana tapi udh gak aktif .. coba kaka cari info tentang PAPSI

      Delete
  2. sama,, saya boleh minta kontak penginapanya...terimakasih.

    ReplyDelete
  3. harga penginapan brapa ? waktu itu ? weekend kah ?

    ReplyDelete
  4. Untuk Fast Response Informasi PAPSI dan seputar Kawasan Ciletuh serta Jasa Paket Wisata dapat menghubungi :

    Telp/ SMS/WA :

    085864718112 (Bhoyo Deni)
    081380380222 (Yudi)
    email : admin@papsiciletuh.com


    Facebook : Facebook.com/Papsiciletuh atau Geopark Ciletuh

    Twitter : @papsiciletuh

    Instagram : papsiciletuh

    ReplyDelete

DIDUKUNG OLEH

Google+ Followers