Ragusa Es Italia, Es krim tempoe doeloe yang bebas pengawet

11:00:00 PM

Ngomongin kuliner, kuliner di jakarta emang buanyak banget dan macam-macam. Belum lagi kuliner atau jajanan tempoe doeloe yang mulai hits lagi akhir-akhir ini misalnya ajah kue cubit yang emang hits banget dan masih banyak lagi jajanan lainnya. Sebenernya belum semua kuliner yang ada di Jakarta saya coba (makanya ajakin aku dong kulineran). 
Ternyata di jakarta ada satu toko es krim yang memang berdiri sejak lama nama tokonya Ragusa Es Italia. Sebelumnya saya pernah datang ke es krim ragusa pas hari libur, ramainya pengunjung sampai antri dan gak ada tempat duduk yang kosong. Akhirnya saya memutuskan untuk membelinya tapi di bungkus dan makan di pinggiran ruko. 
Kali ini saya berkunjung di weekday dan malam hari. Suasana yang terlihat berbeda, antrian tidak ada dan ada beberapa meja yang masih kosong. Akhirnya bisa menikmati dengan santai tanpa takut es nya meleleh. 
Selamat datang di Ragusa es Italia
Berbeda dengan kunjungan saya pertama kali ke toko es krim ini, pelanggan di ajarkan untuk mandiri dengan memesan dan membayar langsung di kasir dan lanjut mengambilnya sendiri pesanan yang sudah di sajikan. Kali ini saya di suruh oleh penjaganya duduk manis di meja yang masih kosong dan diantarkan menu. Pesanan akan diantarkan kembali ke meja *mungkin karena lagi sepi pengunjung. Ragusa Es Italia ini menjual macam macam es krim dengan harga yang relatif terjangkau. Toko es krim yang berdiri sejak tahun 1932 ini menjual es krim tanpa bahan pengawet. Semua es nya terbuat dengan bahan dasarnya susu sapi sehingga menghasilkan es krim dengan tekstur yang lembut. Toko es krim yang terletak di samping masjid istiqlal ini selalu saja ramai pengunjung. Toko dengan desain interior persis jaman tempoe doeloe ini seakan mengingatkan kita pada jaman dulu. Saya perhatikan di dinding pun banyak terpajang foto-foto tempo dulu. Toko es krim ragusa ini pernah mendapatkan rekor MURI (saya melihat dari salah satu foto yang terpajang didinding) sebagai toko tertua yang masih buka sampai saat ini. Di toko ini pun tidak ada kesan modern yang terlihat sampai saat ini. Meja dan kursi yang terbuat dari rotan semakin menambah kesan klasik.
Daftar menu. Silahkan pesan sesuai selera
Pengunjungnya pun sampai mancanegara. 
Bangku dan meja dari rotan, penambah kesan jadul toko es krim.
Seperti biasa saya memesan satu es krim kesukaan *banan split, imam memesan tutty frutti. Tidak lama kami memesan datang lah pesanan kami dengan di tambah satu gelas air putih. Sebelumnya kami bingung karena memang kami tidak memesan air putih. Tapi ternyata memang disediakan sebagai penetralisir rasa. 
Es krim dengan tekstur yang sangat lembut. Berbeda dengan es krim pada umumnya. Oh mungkin karena es krim di sini dibuat tanpa bahan pengawet dan home made. Es krim ragusa hanya menjual 7 rasa dasar es krim yaitu coklat, vanila, mocca, strawberry, nougat, durian dan rum raisin. Serta varian lainnya yang sudah di mix dengan pisang atau lainnya. 

Ragusa es Italia seperti ini sejarahnya yang saya dapat di google. 
Ternyata Ragusa didirikan oleh dua orang berkebangsaan Italia yang bernama Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa. Mereka datang ke Batavia pada tahun 1930-an untuk belajar menjahit di daerah Jakarta Pusat. Setelah lulus, kedua bersaudara tersebut pergi ke Bandung dan bertemu dengan seorang wanita Eropa yang memiliki peternakan sapi dan memberikan banyak susu sapi kepada mereka. Susu sapi tersebut dimanfaatkan Luigie dan Vincenzo sebagai bahan untuk membuat es krim Italia yang ternyata banyak disukai. Dengan dibantu oleh tiga orang saudara laki-laki lainnya membangun toko es krim Ragusa pertama di Jalan Pos (sekarang Jalan Naripan), Bandung. Dalam menjalankan usahanya, Ragusa dibantu oleh Jo Giok Siaw (Yo Giok Siang), seorang teman di sekolah menjahit.

Luigie dan Vincenzo mulai menjual es krim mereka di Pasar Gambir (Jakarta Fair) sejak tahun 1932. Namun karena tempat tersebut hanya ramai setahun sekali, mereka membuka kafe di Citadelweg (sekarang Jalan Veteran I no. 10), Jakarta Pusat pada tahun 1947. Pada tahun 1945-1972, penjualan es krim ini sempat menurun karena banyaknya pelanggan warga negara asing yang pulang ke negaranya. Setelah periode tersebut, penjualan es krim baru mulai meningkat dan stabil kembali.

Salah seorang dari lima bersaudara Ragusa, yaitu Francesco Ragusa menikah dengan anak perempuan Yo Giok Siang yang bernama Liliana. Pada tahun 1970-an, Ragusa bersaudara dan Liliana pindah ke Grottaglie, Taranto, Italia dan menyerahkan usaha es krim mereka ke adik Liliana yang bernama Buntoro Kurniawan (Yo Boen Kong) dan istrinya Sias Mawarni (Lie Pit Yin)

Banana split, bikin semangat buat di foto
Kelembutan es krimnya terasa saat pandangan pertama
Ayooo buruan dimakan sebelum cair
Pesanan datang.... Banana Split dengan topping yang menambah cantik tampilannya. Rasannya pun sesuai dengan tampilannya. Banana split ini salah satu menu favorit di sini loh. 
Penasaran dan ingin mencoba. Langsung saja datang ke toko es krim Ragusa.

Alamat : 
Jl. Veteran I No.10, Gambir Jakarta pusat
Telp : 021- 3849123
Fax : 021- 3501741

Jam Buka : 
10.00 - 22.30 

You Might Also Like

1 komentar

DIDUKUNG OLEH

Google+ Followers