Pendakian ceria gunung prau, dieng

9:45:00 PM

selamat pagi dari gunung prau
Lupa-lupa ingat jalur pendakian gunung prau melalui desa patang banteng. Ini ke dua kalinya saya mendaki ke gunung prau dan sudah banyak sekali yang berubah. Jalur patak banteng ini merupakan jalur yang banyak dipilih para pendaki. Karena Jalur yang tidak terlalu panjang tapi cukup curam. 

Kali ini saya dan rombongan agak kesiangan, karena malamnya dari jakarta menuju dieng terjebak macet karena perbaikan jalan di daerah brebes jadi harus bergantian dengan arah sebaliknya. Hmnn sampainya di dieng kami menjadwalkan untuk ke telaga warna dan batu rata terlebih dahulu sebelum mendaki kegunung prau. Karena kesiangan kami hanya mengunjungi dua tempat dan langsung menuju pos pendakian gunung prau lewat jalur patak banteng.

Tepat jam 12 kami sampai di pos dan segera beres-beres, lalu menyiapkan semua untuk pendakian. Jam 1.30 siang kami selesai siap-siap dan memulai tracking ke puncak prau. Demi golden sunrise besok pagi kami harus sampai di perkemahan sebelum malam. Jalur nya ekstrim banget, karena musim kemarau dan hampir tidak ada hujan bahkan embun di pagi hari, jalur pendakian berubah menjadi kabut debu. Setiap melangkah akan diikuti dengan debu yang terbang sesukannya. Itu sangat menghambat pendakian.

debunya gak nahan
cukup curam atau curam banget jalurnya?
Tidak ada persiapan masker dan kacamata. Tapi untunglah setiap trip gunung temanjalanid memberikan slayer berwarna merah sebagai identitas regu kami dan bisa berfungsi sebagi masker juga. Track pendakian semakin curam ketika masuk ke pos III, langkah pun semakin berat tiap 10 langkah naik berhenti ngatur nafas. Hahha lemah saya mah! 

Ini pendakian pertama saya bareng kaka dan paman saya. Lumayan carier pun dia yang bawa. Setengah track melawati ladang dan perkebunan warga, setengahnya lagi terlalu curam. 4 jam pendakian kita sudah sampai di perkemahan yang sekaligus view untuk melihat sunrise.

bisa bingung yang mana tendanya, ramainya kaya gini sih
Ramai sekali yang camping. Dan buru-buru cari spot untuk mendirikan tenda. 3 tenda yang kami bangun bersama. Sudah hampir magrib semuanya sampai di campground. Semua peserta sampai sebelum magrib dan bersiap untuk masak-masak. Laperrr ....

Menu masak yang saya bawa kali ini ikan teri medan, bakwan jagung dan bakwan tempe. Agak gak nyaman sih gara-gara angin kencang dan debu yang terbawa angin. Dinginnya sampai ketulang *bbbbbrrrrrr

Selesai masak dan makan malam semua masuk ke dalam tenda karna gak tahan sama dingin dan debunya, sebenernya sih biar gak kesiangan pas liat sunrise besok pagi. Semuanyaaaa tidur. Yang wanita satu tenda ber7 loh, gak kebayang kaya apa desek-desekan tapi anget. Hehhe 

Malam berlalu begitu saja, subuh banget kami semua bergegas keluar untuk melihat matahari terbit. Angin dan debu tidak menghalangi kami. Semua keluar dari tenda dan mencari tempat yang paling PW buat foto-foto termasuk saya.

Selamat pagiiiii
golden sunrise
matahari mulai terbit dan menghangatkan yang kedinginan
para pejuang sunrise
akhirnya bisa liat bunga-bunga di musim semi
Bunga-bunga bermekaran
Foto-foto sampai puas, bahkan sempat buat video alay ala jones (re: keong). Tidak lama kami langsung masak sarapan (saya yg selalu jadi tukang masak) dan bersiap untuk pulang. Jam 1/2 10 pagi kami semua sudah siap untuk turun melewati track yang kemarin kami lewati. 
Track turun antri karena banyak banget pendaki yang turun barengan. 
Kesiangan deh kita, sampai di bascamp jam 12 sianh dan selesai beres-beres jam 2 siang langsung kembali ke jakarta. Jam 5 subuh kami baru sampai di jakarta, saya mutusin buat cuti saja. Yang lain memang meliburkan diri dan sudah rencana untuk cuti .

view track turun, cerah banget
track turun

You Might Also Like

0 komentar

DIDUKUNG OLEH

Google+ Followers