Kalau ke Tegal, Jangan Lupa Mandi Air Panas di Guci

9:14:00 PM

Tegal merupakan salah satu daerah terdekat dari kampung halaman saya (Brebes). Beberapa waktu lalu saya sempatkan bermain ke Pemandian air Guci dan mencoba merasakan sensasi mandi air hangat dan air dingin yang mengalir langsung dari perut bumi. Pemandian air panas guci ini sangat alami berbeda dengan kebanyakan pemandian air panas pada umumnya. Karena tidak mengandung blerang. Sebelum memasuki kawasan pemandian guci kita disuguhi dengan pemandangan yang sangat hijau dan sangat alami. Ada banyak villa-villa yang disewakan bagi wisatawan. 

Selamat datang di Guci
Selain itu di pemandian air panas guci ini udaranya sangat sejuk karena berada tepat di bawah kaki Gunung Selamet. Bagi warga tegal dan sekitarnya Pemandian air panas guci ini merupakan salah satu obyek wisata yang paling diminati. Terlebih jika libur panjang atau libur lebaran, jalan ke obyek wisata air panas guci ini menjadi macet total. Selain itu harga tiket masuk obyek wisata nya pun terbilang cukup murah dan terjangkau, hanya Rp 6.500,- untuk orang dewasa. 

Pemandian air panas Guci ini pun dipercaya oleh masyarakat sekitar bisa mengobati berbagai macam penyakit kulit. Pengunjung yang datang tidak hanya siang hari, malam haripun banyak pengunjung yang datang untuk mandi di pancuran 7 air panas guci. Pada malam jumat (Jumat Kliwon) akan lebih banyak lagi pengunjungnya.

Mitosnya bagi siapapun yang ingin mencari berkah kebanyakan mandi tengah malam, katanya jika mandi tengah malam segala keinginan kita akan tercapai. 

Pancuran 7

Pancuran air panas

Untuk sejarah pemandian air panas guci ini menurut yang saya baca di google, 

Guci ini berasal dari air yang di berikan oleh Wali Songo yang di masukan ke dalam poci (Guci) untuk seseorang yang di utus untuk mensyiarkan islam. Akan tetapi air yang diberikan terbatas, sehingga saat malam jumat keliwon salah seorang sunan menancapkan tongkatnya ketanah. Atas izin Allah SWT maka terjadilah air panas yang mengalir, sampai sekarang pemandian air panas Guci masih menyimpan banyak misteri karena merupakan peninggalan Wali Songo. Setelah adanya penelitian tahun 1974 maka kawasan pemandian air panas Guci ini mulai dibuka untuk umum.

Begitulah cerita sejarah terbentuknya pemandian air panas Guci, cukup menarik dan mistis juga sih. Tapi jangan terlalu memperdulikan hal itu. Berdekatan dengan pancuran air panas ada pula sungai dan air terjun yang mengalir dan airnya pun dingin. Disinilah yang membuat banyak wisatawan tertarik untuk mengunjunginya. 

Air terjun airnya dingin

Jembatan merah di guci

Fasilitas yang tersedia cukup memadai. Ada outbond dan kebun stawberry juga loh. Villa yang tersedia harganya sangat terjangkau dan bisa dibilang murah. jadi jangan khawatir kehabisan uang yah.
Berbelanja oleh-oleh pun harganya sangat murah. 

Perkebunan di sekitar guci

Pedagang sayur di pintu masuk guci

Villa di sekitar guci

Selamat berlibur ...

You Might Also Like

0 komentar

DIDUKUNG OLEH

Google+ Followers