Tanah Tertingi Pulau Jawa (Mt Semeru 3676 Mdpl)

7:01:00 PM

Ramainya tenda para pendaki di Ranukumbolo
Saya memang bukan wanita tangguh seperti pendaki-pendaki wanita lainnya, kenapa? hal kecil saja akan ngebuat saya meneteskan air mata.

Nekat! akhir pekan lalu saya memberanikan diri untuk menapaki gunung tertinggi di Pulau Jawa! Padahal satu hari sebelum berangkat tensi darah saya rendah, tapi saya tetap saja nekat untuk ikut, Nah tapi saya bukan korban 5 cm loh.

Sejak beredarnya film 5 cm peminat naik gunung itu seperti hal yang sedang trend. Banyak orang yang mulai ikut ikutan mendaki, bahkan wanita-wanita banyak yang sudah mulai menggila naik gunung. Beda loh rasanya naik gunung sekarang sama naik gunung sebelum beredarnya film 5 cm. Sangat terasa ketika loongweekend. Pendaki mulai memenuhi gunung-gunung terdekat bahkan tidak jarang setiap harinya full kuota.

Akhir weekend kemarin pendakian ke  Puncak tertinggi pulau Jawa (gunung Semeru) baru dibuka dan langsung full kuota perharinya. Cerita perjalanan di mulai dari St Pasar Senin menuju malang ditempuh dengan waktu 17 jam menggunakan Kereta Api. Saya dan rombongan bertemu dimalang lalu kita naik angkutan menuju pasar tumpang dan di lanjut naik jeep menuju Ranu pani. 

Ini sebagian rombongan yang memang alay semua. liat ajah posenya
Sebelum lanjut cerita kali ini saya naik gunung di temani dengan 20 orang-orang super sekali. yang tidak pernah berhenti ngebuat saya terjawa karena tingkah aneh mereka semua. 

Perjalanan dari Stasiun malang menuju Ranu Pani ditempuh dengan jarak waktu 2-3 jam naik jeep terbuka. Siang itu belum terasa dinginnya. Sampai di Ranu Pani kami disambut hujan deras dan terpaksa menunggu hingga hujan reda sambil mengurus simaksi dan yang lainnya sibuk berkemas ulang tas masing masing. Sempat di buat ribet sama petugas disana, masalahnya kami sudah booking online jauh hari sebelumnya. tapi kenapa kami masih saja disuruh daftar ulang padahal sudah jelas data-data lengkap sudah kami isi saat booking online dan sudah kami print out pula. Masih sangat kurang efektif sebenarnya menurut saya karena disini memakan banyak waktu. Belum lagi di tambah pemeriksaan barang bawaan dan terpaksa kami harus bongkar masuk peralatan kami. 

Selesai persiapan dan waktu yang semakin sore akhirnya rombongan tetap berangkat menuju Ranukumbolo. Saya yang memang sudah down duluan ketika harus berada dijalur malam hari memutuskan untuk memulai pendakiannya besok pagi saja. Ditemani Chairul saya bermalam di Ranupani. Oh iyah diranupani ada satu tempat yang sengaja disewakan untuk para pendaki yang memang ingin bermalam. biayanya murah kok hanya 10.000/orang untuk satu malam.

Paginya saya dan chairul bersiap-siap memulai pendakian. Kami star pendakian jam 6:45 waktu setempat dan sampai diranukumbolo jam 10:30. Kami bertemu dengan rombongan, dan ternyata semalam mereka sampai di ranukumbolo jam 1 malam. bayangin jika saya ada di antara mereka. Mungkin saya akan merengek minta balik ke ranupani lagi dan tidak mau melanjutkan perjalanan lagi.

Tenda para pendaki di pinggir danau ranukumbolo
Masih di jalur tapi pemandangannya kaya gini
Haii ini rumah kita 
Kalau naik gunung jangan lupa sampahnya di bawa turun lagi ya
Istirahat sebentar dan lanjut persiapan menuju Kalimati. Tidak semua anggota rombongan kami ikut ke kalimati.  Ada yang tinggal di ranukumbolo karena memang mereka sudah kelelahan.  Perjalanan kekalimati pun dimulai. Jalan sebentar dan sampailah kita di di tanjakan cinta, yang mitosnya jika melewati tanjakan ini dilarang menoleh ke belakang. 

Ada beberapa mitos yang mirip2, yang salah satunya menyebutkan bahwa dia yang bisa jalan terus sampai atas (ujung) tanjakan ini tanpa menoleh ke belakang (arah danau) sambil membayangkan yang disukainya, maka cintanya akan berakhir bahagia. Ada juga mitos yang bercerita seperti ini..
“Konon, waktu itu, si cowok melewati tanjakan tersebut lebih dulu. Sementara calon istrinya kepayahan naik tanjakan itu, cowok tadi cuma melihat dari atas sambil foto-foto. Naas, pendaki cewek ini tiba-tiba pingsan dan jatuh terguling ke bawah, kemudian tewas.”
Sedih kan ceritanya ..Jadi ngebuat saya merinding sebenernya. 
saya dan rombongan pun tidak sempat menikmati keindahan ranukumbolo lama-lama dan tanjakan cinta karena hujan terus mengguyur, Tidak lama setelah tanjakan cinta langsung terpapar jelar Oro-oro ombo yang di penuhi dnegan bunga-bunga lavender bermekaran. Pemandangan yang jarang sekali, semua berwarna ungu mekar dan cantik. Kami mah grup alay jadi hobinya selfie terus. hahahha......


Oro-oro ombo gunung semeru
savanannya luas banget
Menjelang malam kami sudah tiba di kalimati, sudah mulai gelap dan hujan masih saja mengguyur. Hujan-hujanan dan terus mendirikan tenda. Padahal malamnya kami harus bangun tepat jam 12 malam untuk menuju puncak Mahameru, Ah sayamah apa atuh gak sanggup kayanya kalau harus ikut-ikutan ke atas. Akhirnya saya hanya bertugas menjaga tenda dan memasak, setiap saat memasak.

Setelah makan oseng-oseng tempe dan apalah-apalah semua bersiap tidur dan bangun tengah malam. jam 12 saya membangunkan seisi tenda. untuk mereka yang mau naik kepuncak. Semua bersiap, hanya saya dan chairul yang tinggal kalimati. Perkiraan sampai di puncak mahameru sekitar jam 7 atau 8 pagi. Karena melewati jalur pasir yang memang sulit buat dipijak. saya mah gak mau nangis ajah pas diatas makannya gak mau ikutan kepuncak. Namannya juga Wanita cengeng yang ikut ikutan. hahhahha 

yag lain lagi berjuang untuk sampai puncak akumah malah foto-foto
Haii kita udh pernah sampai di kalimati loh
Lain waktu saya akan mencoba ada diatas sana
Okeh setelah semuannya naik kepuncak. tapi gak semua sampe sih. ada yang setengah jalan, 3/4 jalan ada pula yang masih 1/4 sudah KO duluan ..salut ya sama kalian. Puncak bukan tujuan utama yang penting kebersamaan. 

Jalan lagi menuju ranukumbolo. dan bermalam lagi. saya paling anti kalo tracking malem apa lagi selepas magrip. entah kenapa udh jadi wanita cengeng perasa pula. Perasa hal-hal mistis dan sejenisnya! duhh sumpah ini bikin gak bisa tidur. Hari senin rasa hari minggu. hahha masih menikmati keindahan ranukumbolo senin pagi. Padahal kerjaan menanti di kantor. ya inilah hidup! nikmatin ajah meski harus curi-curi cuti gitu. 

Ambil foto ini tuh susah payah banget sampai loncat-loncat gak jelas
Bukir di belakang ranukumbolo
Main-main di pinggiran danau, jangan merusak atau mencemari danau ya
Risaka sama rian asik banget, hehheh
Ranukumbolo
Sudah agak sore kita baru muali tracking turun ke ranu pani. Duh kali kali harus ketar ketir takut malem di track. Kebut bareng sebagian rombongan supaya gak kena track malem. kita sampai di ranupani pas magrib. rombongan lain jauh tertinggal. Bukan gak setia kawan tapi mau gimaana dari pada nanti nyusahin di track lebih baik kebut duluan. hehhe 

Bermalam di ranupani lagi deh saya dan rombongan, karena paginya mau sekalian ke bromo. untuk cerita bromo lanjut di cerita selanjutnya ya.. 

Ternyata di ranupani lebih dingin di banding di kalimati atau di ranukumbolo. 
padahal kita tidur dempet-dempetan loh. tetep ajah pada kedinginan di tambah keujanan pas tracking turun. Semua tidur dan tinggal saya seperti biasa si tempat yang agak beda auranya saya gak bisa tertidur pulas sampai pagi. jam 2 akhirnya saya membangunkan semuanya. susah sekali mereka semua di bangunin! sampe saya iseng dan membuka semua sleeping bag mereka..  cara paling ampuh bangunin merek semua. jeep sudah menjemput untuk Menghantarkan kita semua melihat sunrise di bromo. Lanjut perjalanan menggunakan jeep terbuka. dinginnnnn brrrrrrr 

You Might Also Like

4 komentar

  1. Replies
    1. Hallo kak bonjes.. wahhh emng bikin nagih kalo udh pernah kesemeru.. aku juga pengen kesana lagi ...

      Delete
  2. minggu depan mau ke semeru nih mbak. pas mau book online uda penuh, tp ternyata masih di data ulang ya. sama aja dong. hhhhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah bener kak.. aku cape2 booking online malah di data ulang .huft

      seru bgd kesana ..aku pengen kesana lagiiiii blm kesampean kak

      Delete

DIDUKUNG OLEH

Google+ Followers