Tebing Keraton wisata yang harus dikunjungi di bandung.

10:57:00 AM

Seperti biasa saya cuma punya waktu di weekend untuk ngetrip atau yaaa sedikit ngilangin kebosanan dengan rutinitas di kantor. wajar dong, kan senin sampai jumat sudah kerja seharian.

Tebing Keraton yang selalu menjadi topik utama di semua kalangan media sosial

Tebing keraton menjadi pilihan utama saya setelah malamnya camping di kampung cai ranca upas dan paginya saya langsung meluncur menuju dago. Tidak sulit untuk menjangkau Tebing Keraton. Dari pusat kota bandung kita bertolak ke arah Dago Pakar, lanjut ke arah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. nah setelah melewati pintu gerbang Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, berbeloklah ke kanan. lalu kita akan melewati rumah-rumah besar dan kemudian perkampungan. Tentunya jalannnya tidak seperti yang kita bayangkan. Jalanan berbatu dan menanjak yang terlihat.

Setelah itu kita akan sampai di warung yang bertuliskan "Warung Bandrek" alias warban. Disinilah kita bisa memparkir kendaraan dengan biaya parkir Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk satu mobil. Kita di wajibkan membeli tiket masuk seharga Rp 11.000/orang. Dari sini kita hanya berjalan kaki 100 meter. dan akhirnya sampailah kita di Tebing Keraton. Setelah melewati jalan yang menanjak dan berbatu terbayarkan dengan pemandangan Tebing Keraton yang di suguhi dengan hijaunya hutan hutan di sekelilingnya.

Tebing yang mendadak ngehits ini ternyata punya cerita tersendiri soal disebutnya Tebing Keraton sampai asal muasalnya Tebing ini. Sampai akhirnya banyak yang bilang Tebing ini tebing Keraton, padahal nama sebenarnya bukan itu. Ada sekelumit kisah mistis yang menyelimuti Tebing ini, tapi yasudahlah tidak perlu terlalu di jadikan masalah.

Pemandangan alam yang terlihat di sekeliling Tebing Keraton
Kalau kita melihat kebawah seperti ini pemandangannya. jujur saya gemeteran pas lihat kebawah.
Hati hati pagar pembatasnya masih belum sempurna. denger informasi sih sekarang sudah tertata dengan rapih.

Terakhir saya kesini akhir tahun lalu dan masih berantakan sekali, tapi sekarang sepertinya sudah rapih dengan pagar yang sudah kokoh.

Jika ingin pergi ke Tebing Keraton sebaiknya membawa jaket atau mantel biasanya sih kalau pagi hari cuaca pegunungan dengan hawa dingin akan menyambut kita, dan pastinya akan membuat kita sedikit menggigil.

Nah kalau saya ini tidak terlalu hobby foto. saya lebih fokus untuk menikmati keindahan alamnya dan kesejukan udaranya yang jarang banget sesejuk ini kalu dijakarta, di banding harus menyibukan diri untuk foto dengan berbagai macam gaya. hehhehe

Take your time! 
dan bersantailah lepasin segala kepenatan dan jangan lupa bersyukur bahwa tuhan telah minciptakan alam seindah ini. 
This is Indonesia.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Amazing.... *o*
    Itu kalow hujan apa gak bahaya? isa kesamber petir gak ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada kemungkinan kak. makannya jangan hujan-hujan kesanannya

      Delete

DIDUKUNG OLEH

Google+ Followers