2.958 Mdpl Mt.Gede

9:58:00 PM

Taman Nasional Gede Pangrango
Racun pun akhirnya menyebar, bahkan sampai ke otak. Sebenernya untuk ukuran pendaki saya ini masih dibilang sangat cupu. Berawal dari pendakian pertama di 2.665 Mdpl sebelumnya di akhir tahun 2012 membuat saya penasaran untuk mencoba Mdpl-Mdpl lainnya, selain itu punya pacar yang memang hobinya ngejar-ngejar gunung pun membuat saya semakin penasaran. Ada apa sebenarnya??
Persiapan pun dimulai untuk Mdpl ke-2 saya. Jumat malam pun kami berkumpul di meeting point yaitu terminal kampong rambutan yang selanjutnya akan langsung menuju ke Cipanas. Rencananya kami brangkat dari terminal kampong rambutan tepat pukul 22:00 WIB, namun rencana hanyalah rencana. Namanya juga orang Indonesia yah, jam karet pun sudah tidak asing rupanya. Sekitar jam 24:00 kita berangkat menuju Cipanas. Untuk menuju Gunung Putri dari Jakarta naik bus jurusan Bandung / Cianjur turun di Pasar Cipanas. Dari belakang Pasar yang merangkap terminal ini kita naik mobil angkot ke Gunung Putri. 
Hari masih sangat gelap. Kami pun tiba di kaki Gunung Putri dan akan memulai pendakian ketika matahari mulai terbit. Beristirahat dan sekedar meluruskan badan beberapa jam, cukup sekali untukmengumpulkan tenaga yang memang sudah terkuras sejak pagi. Karena pulang dari kantor saya pun langsung bersiap-siap untuk menuju Meeting Point.
Suasana pagi itu .
Lukisan alam yang sangat menyejukan mata.

Subhanallah
Track awal pendakian masih terlihat kebun warga
Pendakian pun dimulai….
Perkiraan 6-9 jam perjalanan kami akan tiba di perkemahan atau sering juga disebut dengan Surya kencana. Trek yang dilalui pun tak jarang yang datar. Semua menanjak bahkan hampir sedikit sekali trek datarnya.
Keindahan alam yang berhasil saya abadikan, melalui kameranya Bang Putra ya karena saya belum punya kamera .. (kasian yah)

Langit seolah olah mendukung perjalan kami. cerah!
Tempat peristirahatan pun dipadati oleh pendaki. dan gak mau kalah sama lampu merah loh. digunung pun bisa macet.

Di gunung pun bisa macet loh!
Dalam perjalanan pendakian kami bertemu dengan Pendaki yang memang beneran Pendaki 
ini dia,,, Namanya Pak Subur, beliau mendaki dengan satu kaki. Salut banget pokonya sama bapak yang satu ini deh.

Setengah perjalanan saya pun di uji, kemampuan berjalan dan nafas pun sudah tidak bisa di sesuaikan lagi. Ketika sampai di 2.600 Mdpl atau juga sering disebut dengan Pos Terakhir (Simpang Maleber).

Sebentar lagi sampai di puncak...
Dan disini pun kaki saya mulai tak sanggup untuk diteruskan berjalan dan hujan pun mulai turun. Sudah hampir 8 jam perjalanan yang hampir membuat saya putus asa dan mengajak untuk kembali langi ke bawah. Tak lama perjalanan dalam hujan yang membuat saya menggigil. Kami lanjutkan perjalanan dan hanya dalam waktu kurang dari setengah jam akhirnya kami pun sampai di Surya kencana.
Dinginnya suhu yang memang sedang hujan deras pun membuat saya membeku! Terpencar dari rombongan dan kami hanya tinggal ber-4 (saya, imam, abi, dan bang putra). Dan memutus kan untuk menetap di Surya Kencana bagian timur. Tenda dan peralatan yang seadanya. Badan pun sudah mulai membeku rasanya. Tenda yang didirikan pun bocor dan semuanya basah. Berdiam di dalam tenda yang bocor sambil menunggu hujan reda.
Suhu pun sudah tidak bersahabat lagi. Dan akhirnya hujan pun berhenti, lalu segera saja semuanya mulai merapikan tenda yang akan dipakai untuk tidur. Masak-masak seadanya untuk mengganjal perut.
Langit yang sebelumnya berawan dan berkabut berubah menjadi lautan Bintang. Bintang yang terasa begitu dekat.
Dinginnya malam pun tak bias dibohongi. Tidur dalam ber-4 dalam 1 tenda pun tak cukup menghangatkan tubuh. Dinginnya pun membuat kami tak bias tidur dengan nyenyak.
Tak mau ketinggalan sekitar jam 5 pagi saya pun bangun untuk melihat matahari terbit. Sedangkan yang lain sama sekali gak berani untuk keluar dari tenda. Mereka semua sedang asik kedinginan.
Hmmmmnn……

Terbayar semua.
Matahari terbit membuat saya tahu jawaban sesungguhnya!
Keindahan alam yang tak akan pernah terganti. Subhanallah indahnya..




Matahari terbit dan mulai terasa pertengkaran suhu disini. dingin yang bertemu dengan panasnya matahari. keadaan yang cocok dan pas banget buat menghangatkan tubuh yang memang sudah membeku dari tadi malam.
Jemur-Jemur pun dimulai. menjemur semua yang basah. Agar ketika di bawa didalam carier gak terlalu berat. Sambil menunggu semuanya kering Imam dan Abi pun mengelilingi Surya Kencana yang memang luasnya itu berhektare-hektare, dan akhirnya kami bertemu dengan rombongan. Yang memang mereka sedang mencari-cari kami.
Ketika semua kering sempurna kami langsung bersiap-siap untuk pendakian menuju puncak 2.958 Mdpl.
Surya Kencananya Mt. Gede 2013, luasnya takterhingga..

Megahnya Surya kencana
Jangan dipetik, difoto sebanyak apapun boleh ko!
Adelweis Surya Kencana
Perjalanan menuju Puncak pun segara dilanjut karena kami tidak mau terlalu larut malam sampai di Cibodas, karena besok paginya kami harus kembali bekerja. dengan penuh perjuangan, bisa dibilang juga separuh nyawa. Nafas yang semakin pendek, kaki yang semakin berat untuk di ajak nanjak. lanjutkannnnnn ,,, dan harus sampai di puncak!
Setengah jam lebih perjalanan nanjak, dan akhirnya kami pun sampai di puncak Mt Gede 2.958 Mdpl yang sebelumnya hanya mimpi dan ini dia....



Awannya tidak mau bersahabat nih, kabut dan alhamdulilah tidak hujan. Tidak perlu berlama-lama langsung kami segera turun untuk mengejar waktu. perjalanan turun pun sama dengan nanjak. karena jalurnya yang lebih jauh dan berputar. jam 22:00 pun kami tiba di pos terakhir dari puncak! segera bersih-bersih, mengisi perut yang kebetulan keroncongan. Kembali ke Jakarta dan harus Berhadapan dengan Nasabah dengan badan yang cukup ngilu-ngilu sebenarnya.
hehhheee,, wanita tangguh :)))
*tapi siap sedia canterpain di laci kantor*
Makasih banyak Tuhan atas ciptaanMu yang begitu indah!

You Might Also Like

0 komentar

DIDUKUNG OLEH

Google+ Followers